Kondisi Sanitasi Pada Kapal Kargo Di Wilayah Kerja Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas III Manokwari

  • Syamsudin Syamsudin Program Studi S2 Ilmu Lingkungan, Program Pascasarjana, Universitas Papua, Jalan Gunung Salju Amban, Manokwari, 98314, Papua Barat, Indonesia
  • Vera Sabariah Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Papua, Jalan Gunung Salju Amban, Manokwari, 98314, Papua Barat
  • Meike M. Lisangan Fakultas Teknologi Pertanian UNIPA Manokwari, Jalan Gunung Salju Amban, Manokwari, 98314, Papua Barat
  • Zita L Sarungallo Program Studi S2 Ilmu Lingkungan, Program Pascasarjana, Universitas Papua, Jalan Gunung Salju Amban, Manokwari, 98314, Papua Barat, Indonesia
  • Hendri Hendri Program Studi S2 Kehutanan, Program Pascasarjana, Universitas Papua, Jalan Gunung Salju Amban, Manokwari, 98314, Papua Barat, Indonesia
  • Yuanike Kaber Program Studi S2 Ilmu Lingkungan, Program Pascasarjana, Universitas Papua, Jalan Gunung Salju Amban, Manokwari, 98314, Papua Barat, Indonesia
Keywords: kondisi sanitasi, kapal kargo, pelabuhan manokwari

Abstract

Ship sanitation and its environment are a mandate from International Health Regulation (IHR)2005 and the regulation of Ministry of Health Republic IndonesiaNo 40 Tahun 2015 that request all the ship in Indonesia territory should have a certificate of ship sanitation. This is due to prevent, protect and control  spreading of diseases.  This study aimed to analyze the sanitation condition of cargo ships in working area of  Harbour Health Office (KKP) type III Manokwari. Research location was done in Manokwari Harbour on September to October 2020.  Method used in this study was descriptive approach and direct observation. Sample was obtained by purposive sampling, that 13 (thirteen) cargo ships anchored in Manokwari. Variables observed included room sanitation, vector, foods and drinking water, and waste.  Results showed that in general the sanitation of the 13 cargo ships was qualified good (91.21%), except for warehouse and medical facilitation. There were two ships (15.38%) unqualified because had no storage room for dry and wet foods. Moreover, six cargo ships (46.15%) had no medical facilitation according to the requirement, but only some medicines without observation room and  medical tools. On the other hands, the vector and disease-spread animals, management food and drinking water, as well as the waste management for 13 cargo ships were qualified.

References

Arikunto, S. 2010. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Rineka Cipta. Jakarta

Departemen Perhubungan RI, 2008. Undang-Undang Nomor 17 tahun 2008 tentang Pelayaran, Jakarta.

Desriyanti .2013. Gambaran Fasilitas Sanitasi di Lingkungan Pelabuhan Sungai Duku Pekanbaru, Jurnal Kesehatan Masyarakat. Universitas Riau.Pekanbaru

Direktorat Jenderal Pencegahan Pengendalian dan Penyehatan Lingkungan. 2009. Standar Operaasional Prosedur Nasional Kegiatan Kantor Kesehatan Pelabuhan di Pintu Masuk Negara

International Health Regulation. 2005. Handbook for Inspection of Ships and Issurance of Ship Sanitation Certificates. 1st ed. France: WHOPress

Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor: 425/Menkes/SK/IV/2007. 2007. Pedoman Teknis Pengendalian Resiko Lingkungan Pelabuhan/Bandara/Pos Lintas Batas Dalam Rangka Karantina Kesehatan.Jakarta

Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor: 431/Menkes/SK/IV/2007. 2007. Pedoman Penyelenggaraan Karantina Kesehatan di Kantor Kesehatan Pelabuhan

Mutiarani, T., Puspita. 2014. Studi Sanitasi Kapal Kargo dan Keberadaan Bakteri E.coli pada Makanan Jadi di Wilayah Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. Tesis. Departemen Kesehatan Lingkungan Fakultas Kesehatan Masyarakat. Universitas Airlangga.Surabaya.

Marpaung, N. D. Nuraini, S, dan I. Marsaulina. 2012. Hygiene Sanitasi Pengolahan dan Pemeriksaan Escherichia Coli dalam Pengolahan Makanan di Instalasi Gizi Rumah Sakit Umum Pusat H. Adam Malik. Jurnal Lingkungan danKesehatan Kerja. Vol. 1 No. 2: Hal.1–10.

Mukaromah, H. dan S Lailiyah. 2018. Higine Sanitasi Kapal dalam Negeri dan Luar Negeri Jurnal Kesehatan Lingkungan 15 (2) :605-614

Putri, A Intan, T. Joko, N. Astorina. 2017. Evaluasi Sanitasi dan Keberadaan Vektor pada Kapal Barang dan Kapal Penumpang di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang. Jurnal Kesehatan Masyarakat 5(5) : 356-3346.

Saifullah. 2010. Pengaruh Sanitasi dan Manajemen Kapal Terhadap Kepemilikan Sertifikat Sanitasi Kapal pada Pelabuhan Lhokseumaweh. Tesis. Pascasarjana Universitas Sumatera Utara.

Sofiyan, 2017. Sanitasi Kapal dan Tindakan Sanitasi Anak Buah Kapal (ABK) mempengaruhi Keberadaan Tikus pada Kapal Kargo di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. Jurnal Kesehatan Lingkungan 9 (2) : 145–153.

Siregar, Dwi Indri Yani. 2019. Tinjauan Higiene Sanitasi Kapal Kargo di Pelabuhan Belawan Wialyah Kerja Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas I Medan. Karya Tulis Ilmiah. Politeknik Kesehatan Kemenkes Medan Jurusan Kesehatan Lingkungan. Medan

Sumantri, A. 2010. Kesehatan Lingkungan & PerspektifI slam. Jakarta: Prenada Media

Suryani, D. A Hendrawan. 2020. Studi tentang Sanitasi Kapal. Jurnal Saintara 4 (2)

Shahraki, G. 2013. Evaluation of Sanitation in an IPM Program for Cocroach Infestation in Housing. Yasuj University of Medical Sciences.

World Health Organization.2007. International Health Regulation Gaide to Ship Sanitation. Geneva.

World Health Organization. 2005. International Health Regulation tahun 2005. Jakarta.

World Health Organization. 2005. Medical Guide for Ship. Edisi ke II, Switzerland.

Yunus, S. JM L, Umboh dan O Pinontoan. 2015. Hubungan Personal Hygiene danFasilitas Sanitasi dengan Kontaminasi Escherichia coli Pada Makanan di Rumah Makan Padang Kota Manado Dan Kota Bitung. Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi 5(3)

Published
2021-06-01
How to Cite
Syamsudin, S., Sabariah, V., Lisangan, M. M., Sarungallo, Z. L., Hendri, H., & Kaber, Y. (2021). Kondisi Sanitasi Pada Kapal Kargo Di Wilayah Kerja Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas III Manokwari. Cassowary, 4(2), 139-148. https://doi.org/10.30862/casssowary.cs.v4.i2.101
Section
Articles