Pertumbuhan dan Perkembangan Jamur Tiram Putih (Pleurotus ostreatus) pada Media Ampas Sagu

  • Choliq Kurniawan Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Papua
  • Imam Widodo Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Papua
  • Barahima Abbas Program Pascasarjana, Universitas Papua Jalan Gunung Salju, Amban, Manokwari, Papua Barat, 98314, Indonesia
Keywords: sago dregs, oyster mushroom, media, nutritions, growth

Abstract

White oyster mushroom (Pleurotus ostreatus) is currently quite popular and much loved by the public because of its delicious taste, high protein content, and low fat. This study aims to measuring the growth of white oyster mushrooms grown on sago dregs media with the treatment of various supplements, measuring the growth power of oyster mushrooms on sago dregs media with the treatment of various kinds of supplements, and measuring the production and efficiency of white oyster mushrooms on the substrate used. This research method consisted of 12 treatments and was repeated 3 times, so that there were 36 experimental units. Research Results White oyster mushrooms grown on MS2 media composition (20 g + MS 80 ml dry sago pulp) showed a good effect on mycelium growth and harvest rapidly. The highest number of fruit bodies was produced in the A3 treatment (20 g of dry sago pulp + 100 ml of water). The highest body weight of fresh mushroom fruit was in the K3 treatment (20 g dry sago pulp + 100 ml coconut water), KN3 (20 g dry sago pulp + 100 ml KN), KN1 (20 g dry sago pulp + 60 ml KN) , and A3 (20 g of dry sago pulp + 100 ml of water). The efficiency of utilization of sago waste organic matter by white oyster mushrooms was 25.84%.

References

Abbas B, F. H. Listyorini. 2010. Pertumbuhan dan Perkembangan Biakan Semai Jamur Sagu (Volvariella sp.) Membentuk Tubuh Buah pada Berbagai Macam Media Tumbuh. Jurnal Agrotek 2 (1):6-12

Abbas B, F. H. Listyorini, E A. Martanto. 2011. Karakteristik jamur sagu (Volvariella sp.) Endemik Papua. Jurnal Natur Indonesia 13(2):168-173

Abidin. 2000. Dasar-Dasar Zat Pengatur Tumbuh. Angkasa Raya, Bandung.

Achmad, H. E. N., O. A. F. Yurti, dan A. P. Hidayat. 2009. Karakterisitik Fisiologi Isolat Plurotus spp. Jurnal Littri. 15(1): 46-51.

Afief, M. F., R. L. Ratna, dan S. Balonggu. 2015. Respon Pertumbuhan dan Produksi Jamur Tiram Putih (Pleurotus ostreatus) terhadap Berbagai Media Serbuk Kayu dan Pemberian Pupuk NPK. Jurnal Online Agroteknologi. Medan (3)4: 1381-1390.

Dalimunthe, D. 2018. Pengaruh Pemberian Air Kelapa terhadap Pertumbuhan dan Produksi Jamur Tiram (Pleurotus ostreatus). Skripsi. Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara. Medan.

Djarijah, N. M dan A. S. Djarijah. 2001. Budidaya Jamur Tiram. Kanisius, Yogyakarta.

FAO. 1992. Food and Agriculture Organization of United Nation. Content of Oyster Mushroom.

Murbandono L. 2002. Membuat Kompos. Edisi Revisi. Penebar Swadaya. Jakarta.

Nawaruddin. Murniati, dan F. Silvina. 2017. Penggunaan Serbuk Gergaji dan Ampas Sagu dengan Beberapa Komposisi sebagai Media Tumbuh Jamur Tiram Putih (Pleurotus ostreatus Jacq.). JOM Faperta 4(1): 1-11.

Netty, W dan T. Donowati. 2007. Peranan Beberapa Zat pengatur Tumbuh (ZPT) Tanaman pada Kultur In Vitro. Jurnal Sains dan Teknologi Indonesia. 3(5): 55-63.

Nunung, M. D. 2001. Budidaya Jamur Tiram. Kanisius, Yogyakarta.

Oei, B. 1996. Mushroom Cultivation.Technical Center for Agriculture and Rural Cooperation. Tool Publications, Leiden, Netherlands.

Parjimo dan A. Andoko. 2007. Budidaya Jamur. Agromedia Pustaka, Jakarta.

Prayoga, A. 2011. Sukses Budidaya Nilai Tumpangsari Jamur Tiram. Abata Press, Klaten.

Riyati, R dan S. Sumarsih. 2002. Pengaruh Perbandingan Bagas dan Blotong terhadap Pertumbuhan dan Produksi Jamur Tiram Putih (Pleurotus ostreatus). Agrivet. Yogyakarta.

Safitri, E. S. 2003. Analisis Komponen Kimia dan Dimensi Serat Kayu Karet (Hevea brasiliensis Muell. Arg.) Hasil Klon. Skripsi. Fakultas Teknologi Hasil Hutan, Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Sukahar, A. 1999. Pengaruh Kandungan Bungkil Kelapa pada Media Serbuk Gergaji Kayu Alba terhadap Produksi Jamur Tiram Putih (Pleurotus ostreatus). Skripsi. FMIPA Biologi. UNDIP. Semarang

Suriawiria, U. 2002. Budidaya Jamur Tiram. Kanisius, Yogyakarta.

Tutik. L. A. 2004. Penambahan Tongkol Jagung dan Tetes Tebu pada Media Serbuk Gergaji terhadap Pertumbuhan Jamur Kuping. Skripsi. Fakultas Pertanian UMM. Malang.

Widyastuti, N dan S. Istini. 2004. Optimasi Proses Pengeringan Tepung Jamur Tiram Putih (Pleurotus ostreatus). BPPT.

Wijaya, B. 2008. Budidaya Jamur Kompos, Jamur Merang, Jamur Kancing. Penebar Swadaya, Jakarta.

Winoto. 1998. Pemanfaatan Limbah Sagu (Metroxylon sagu Rottb.) sebagai Media Tanam pada Pembibitan Tanaman Sengon (Paraserianthes falcataria (L) Nielsen). Skripsi. Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor. Bogor. 48 Hal.

Yuniarti, D. 2004. Pengaruh Pemberian Air Kelapa dan Dekamon dengan Waktu Pemberian yang Berbeda terhadap Pertumbuhan dan Hasil Jamur Tiram Putih (Pleurotus ostreatus). Skripsi. Universitas Muhammadiyah Malang. Malang.

Published
2021-01-30
How to Cite
Choliq Kurniawan, Widodo, I., & Abbas, B. (2021). Pertumbuhan dan Perkembangan Jamur Tiram Putih (Pleurotus ostreatus) pada Media Ampas Sagu. Cassowary, 4(1), 28-38. https://doi.org/10.30862/casssowary.cs.v5.i1.92
Section
Articles